“Untuk desil ekonomi itu basisnya DTSEN. Dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN,” ujarnya.
Dia menegaskan data mengenai kondisi ekonomi masyarakat bersifat dinamis. Karena itu, perubahan terhadap data desil masih dimungkinkan seiring dengan hasil survei ekonomi yang sedang dilakukan pemerintah.
“Ya, selalu data kan sifatnya dinamis,” kata Airlangga.
Airlangga belum memberikan kepastian mengenai waktu hasil survei tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi data desil. Dia hanya mengatakan survei ekonomi saat ini masih berlangsung.
Pemerintah sebelumnya menggunakan DTSEN sebagai basis data dalam penyaluran berbagai program perlindungan sosial. Pemutakhiran data menjadi penting untuk memastikan bantuan pemerintah diberikan kepada kelompok masyarakat yang sesuai dengan kondisi sosial ekonomi terkini.
(ain)

































