Logo Bloomberg Technoz

DPR Soroti Desil KIP Kuliah, Minta Besaran Bantuan Dinaikkan

Dinda D
23 September 2026 15:00

Ilustrasi KIP Kuliah 2025 (Dok. Kemdiktisaintek/Diolah)
Ilustrasi KIP Kuliah 2025 (Dok. Kemdiktisaintek/Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyoroti penggunaan desil dalam penentuan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dia meminta pemerintah tidak menjadikan desil sebagai acuan utama karena data tersebut dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi faktual masyarakat.

"Karena desil ini belum sesuai seperti fakta dan masih banyak gugatan dari masyarakat, maka mohon KIP Kuliah tetap tanpa desil dulu, tapi selektif terhadap siapa saja yang diterima berdasarkan kemampuan keluarga," kata Esti dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Senin (21/9/2026).

Esti mengatakan persoalan desil masih belum tuntas sehingga perlu ada pendekatan lain dalam menentukan penerima KIP Kuliah. Menurutnya, kemampuan ekonomi keluarga perlu menjadi salah satu pertimbangan, dengan tetap memperhatikan persyaratan lainnya.


"Tapi untuk desil, persoalan desil kan belum tuntas, sehingga saya kira belum bisa dijadikan acuan," ujarnya.

Selain persoalan desil, Esti meminta pemerintah mempertimbangkan kenaikan besaran bantuan KIP Kuliah. Dia mengatakan bahwa banyak perguruan tinggi berharap nilai bantuan tersebut dapat ditingkatkan.