Pembangunan PLTS 100 GW diklaim Prabowo dapat menghemat pendapatan negara hingga Rp73,9 triliun.
"Menko Perekonomian menghitung, dengan PLTS 100 gigawatt, negara akan hemat setidaknya 73,9 triliun rupiah setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik kita. Belum lagi kalau kita tidak impor BBM dari luar negeri, sehingga kebutuhan kita menghemat banyak devisa kita," tukasnya.
Matahari Indonesia tidak boleh terbuang. Anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa harus kita manfaatkan untuk kemakmuran rakyat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengungkap target pengembangan PLTS berkapasitas total 100 GW dapat rampung dalam waktu empat tahun.
Dari besaran itu, Kepala Negara menargetkan pada tahun ini Indonesia bisa merampungkan pengembangkan PLTS dengan kapasitas sekitar 30 GW.
“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 GW dan ini harus kita laksanaan dalam 4 tahun, tetapi tahun ini saja target kita adalah 30 GW,” kata Prabowo dalam peresmian Motor Listrik Nasional, disiarkan secara daring, Kamis (13/8/2026).
Selain itu, Kepala Negara juga menginstruksikan PT Perushaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk segera mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Prabowo meminta agar PLN mengganti PLTD dengan kapasitas total 13 GW dengan pembangkit alternatif lainnya.
Dia juga sempat menyatakan Indonesia memiliki cadangan hidrogen yang melimpah dan diharapkan dapat segera dimanfaatkan.
“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 GW harus kita tinggalkan. Sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak,” ungkap Prabowo.
(ros/wdh)






























