"Kita berharap gubernur, bupati, camat, kepala desa semuanya mengecek desa-desanya, di mana lagi dibutuhkan jembatan desa," katanya.
Dia menegaskan pemerintah pusat siap turun tangan apabila pemerintah daerah tidak mampu memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur tersebut.
"Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita terlantar," ujarnya.
Akses Anak ke Sekolah Masih Terhambat
Persoalan anak yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah masih ditemukan di sejumlah daerah. Salah satunya terjadi di Cianjur, Jawa Barat, di mana ratusan siswa pernah harus menyeberangi Sungai Cisokan untuk menuju sekolah.
Para siswa bahkan harus mengangkat tas dan buku agar tidak basah saat melewati sungai. Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana keterbatasan infrastruktur dasar dapat menjadi hambatan bagi anak untuk memperoleh pendidikan.
Pembangunan jembatan desa diharapkan tidak hanya memperpendek waktu tempuh siswa menuju sekolah, tetapi juga memberikan akses yang lebih aman bagi anak-anak dan masyarakat di wilayah yang selama ini terisolasi.
Selain untuk pendidikan, jembatan juga dibutuhkan untuk mempermudah mobilitas petani menuju pasar serta akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dan layanan publik.
(dec)


























