Penambangan 2029
Budiawansyah juga sempat menyatakan penambangan di Tanamalia bisa saja dilakukan paling cepat pada 2029, jika proses eksplorasi dan pembangunan tambang dilakukan secara cepat.
“[Target penambangan pada] 2029—2031 tuh Tanamalia. Harapan kita tuh kan studi detil eksplorasinya berjalan di Tanamalia sehingga kita bisa memastikan lagi kandungan sumber daya dan cadangannya yang ada. Kan dari situ sebagai dasar seberapa lama ini life of mine-nya,” ujar Budi.
“Jadi di situ sehingga kita bisa tahu seberapa besar skala industrinya dan lain-lain secara teknis,” tegas dia.
Blok Tanamalia merupakan bagian dari izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Vale Indonesia yang meliputi subblok IUPK Loeha, Lemo-Lemo, dan Lingkona dengan luas 13.556 hektare (ha).
Blok Tanamalia juga berada di kawasan hutan Sorowako dengan izin eksplorasi lanjutan seluas 17.239 ha. Area Tanamalia mencakup desa loeha dan sebagian kecil desa Rante Angin, Luwu Timur.
Dijelaskan bahwa jika kandungan nikel cukup memadai maka konstruksi bakal dilakukan mulai 2027—2028 dan penambangan dimulai paling cepat 2031.
Sementara itu, proyek smelter high pressure acid leach (HPAL) yang terintegrasi dengan tambang tersebut bakal dibangun bersama mitra yang disebut-sebut berasal mitra perusahaan otomotif asal Eropa.
Presiden Direktur Vale Indonesia Bernardus Irmanto menegaskan jika kabar Volkswagen AG (VW) menjadi mitra perseroan dalam pengembangan smelter sudah masuk tahap formal, maka perseroan bakal mengumumkannya kepada publik.
Bernadus juga sempat menyinggung terdapat asas kerahasian yang diteken dengan calon mitra perseroan di smelter Blok Tanamalia.
“Nanti gini, kalau itu memang sudah formal, pasti kan di-announce kan. Ini kan ada confidentiality segala macam kan, jadi saya enggak bisa ngomong banyak sih,” kata Bernadus ditemui usai agenda Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8/2026).
Divisi baterai Volkswagen AG (VW), PowerCO, disebut-sebut sempat menyatakan minatnya bekerja sama dengan Vale Indonesia dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.
Associate Energy Analyst di Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Fitria Astuti Firman menyebut pemerintah sedang menyusun standar ESG nasional melalui gap analysis (analisis kesenjangan) antara regulasi domestik dengan standar internasional untuk mengakomodasi investor asing di sektor mineral kritis.
Dalam kaitan itu, dia menyebut VW tertarik untuk masuk ke proyek nikel Vale dengan syarat ESG yang ketat.
“Langkah ini krusial agar produk mineral Indonesia dapat diserap oleh rantai pasok global. Contoh sukses penerapan ini adalah kerja sama PT Vale dengan raksasa otomotif dunia seperti Ford dan Volkswagen, yang mewajibkan kepatuhan ESG berstandar global,” ungkapnya di agenda diskusi publik Indef, Rabu (17/6/2026).
(azr/wdh)






























