Logo Bloomberg Technoz

Simak Gerak Rupiah Jelang Pidato Presiden di Senayan

Tim Riset Bloomberg Technoz
14 August 2026 09:10

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan pelemahan 0,11% ke Rp17.890/US$, kala pasar mencermati penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tak lama berselang, rupiah spot terapresiasi secara terbatas 0,03% ke Rp17.865/US$ pada 09:05 WIB. 

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah sempat mendapat ruang apresiasi secara terbatas 0,02% ke posisi Rp17.909/US$ pada 08:40 WIB. Namun, kembali berbalik arah dan menuju level pembukaan pagi ini di Rp17.913/US$. 

Gerak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), dalam tiga hari terakhir hingga Jumat (14/8/2026), 08.50 WIB. (Bloomberg)

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati bagaimana rencana besar pemerintah dalam mengorkestrasi kebijakan fiskal, moneter, dan strategi dalam menghadapi tekanan eksternal yang seringkali tak terprediksi. 

Dari sisi eksternal, katalis bagi rupiah membaik hari ini. Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang melambat menjadi 4,7% dari 5,5%, inflasi AS juga melandai 3,4% turun dari 3,5%, ditambah harga minyak yang mulai terkoreksi ke US$87/barel, membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September kembali mereda.