Sebelumnya, Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan potensi peralihan kendaraan roda dua ke listrik cukup besar mengingat jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 139,45 juta unit berdasarkan data BPS 2025.
Mengutip perhitungan Kementerian ESDM pada 2022, Aismoli ungkapnya memperkirakan penggunaan 900.000 sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun dan menekan kompensasi Pertalite sekitar Rp480 miliar per tahun.
Sementara untuk pengguna, dengan penggunaan motor listrik juga diperkirakan dapat menghemat biaya BBM sekitar Rp2,68 juta per tahun.
Berdasarkan rasio tersebut, Budi bersama Aismoli memperkirakan peralihan 5 juta sepeda motor ke listrik secara ilustratif dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 1,78 miliar liter per tahun. Sementara peralihan 10 juta unit berpotensi mengurangi konsumsi sekitar 3,56 miliar liter per tahun.
"Kalau dilakukan dalam skala jutaan kendaraan, manfaatnya bukan hanya dirasakan pemilik motor melalui biaya operasional yang lebih rendah. Negara juga memiliki peluang mengurangi konsumsi BBM dan ruang fiskal yang selama ini diperlukan untuk menjaga harga energi. Karena itu, motor listrik harus mulai dilihat sebagai bagian dari solusi efisiensi energi nasional," terangnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026).
Kendati begitu, Budi tetap menekankan percepatan adopsi motor listrik tidak cukup hanya mengandalkan perubahan kebijakan BBM.
Pemerintah dan industri perlu memastikan kendaraan listrik memiliki harga yang kompetitif, kualitas dan keselamatan yang baik, serta didukung ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual.
Penguatan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai juga dinilai penting agar masyarakat memiliki alasan yang kuat untuk beralih dari motor berbahan bakar minyak. Menurutnya penataan subsidi BBM dan percepatan adopsi kendaraan listrik pada akhirnya dapat berjalan beriringan. Subsidi dapat semakin diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sementara konsumen yang memiliki kemampuan dan kebutuhan untuk beralih mendapatkan pilihan mobilitas yang lebih efisien.
"Yang ingin kita bangun bukan sekadar lebih banyak motor listrik di jalan. Kita ingin masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang semakin ekonomis sekaligus membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Kalau ekosistemnya semakin kuat, manfaatnya akan dirasakan konsumen, industri, maupun negara," pungkasnya.
(ros)



























