Rupiah Hari Ini Bisa Menguji Rp18.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
29 September 2026 08:03

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahan di pasar spot pada hari ini, Selasa (29/9/2026), seiring kenaikan harga minyak mentah disertai adanya ketidakpastian mengenai kemajuan perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak mentah brent bertahan di level US$105/barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik menembus US$93/barel. Sebenarnya, Arab Saudi telah memulihkan sekitar separuh aliran minyak melalui pipa lintas negara East-West, yang menjadi jalur penting pengiriman minyak tanpa melewati Selat Hormuz. Aliran minyak lewat jalur tersebut sedikitnya mencapai 3,5 juta barel/hari, menurut sumber Bloomberg News.
Namun, risiko geopolitik akibat belum pastinya resolusi konflik antara AS dan Iran cenderung lebih besar. Sehingga, kekhawatiran gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang.
Pergerakan harga minyak itu membawa rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) ke atas Rp18.000/US$, setelah melemah 0,48% tadi malam.
Tekanan terhadap rupiah di luar negeri dipicu juga oleh kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun sebesar 7,6 basis poin (bps) ke 5,23%. Kenaikan yield di pasar obligasi AS menjalar ke hampir semua negara di dunia.



























