Wall Street Anjlok, Perang AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi
News
29 September 2026 06:20

Joel Leon - Bloomberg News
Bloomberg, Saham-saham AS melemah pada Senin (28/9/2026) setelah kebuntuan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran inflasi akan bertahan akibat kenaikan harga energi, sehingga Federal Reserve diperkirakan harus menaikkan suku bunga secara lebih agresif.
Indeks Nasdaq 100 ditutup turun 1,1% di New York, sementara indeks S&P 500 melemah 0,8%. Kedua indeks tersebut mengakhiri perdagangan di level terendah dalam 10 hari. Harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$106 per barel.
Para trader berupaya memahami sinyal yang beragam terkait pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Iran. Saham sempat mengurangi pelemahan setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump bersedia memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas kemajuan dalam isu nuklir. Namun, penolakan Trump terhadap proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz memperdalam aksi jual di pasar obligasi pemerintah AS pada Senin.
Pejabat Iran secara pribadi menyatakan pesimistis mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan dengan Washington dan membuka kembali jalur perairan penting tersebut sebelum pemilihan umum sela AS pada November.



























