Logo Bloomberg Technoz

Berhitung Penghematan BBM Kala 10 Juta Motor Listrik Mengaspal

Pramesti Regita Cindy
13 August 2026 13:40

Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Shoowroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Shoowroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mendorong sepeda motor listrik menjadi salah satu pilihan mobilitas masyarakat di tengah rencana pemerintah menata penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam hal ini Pertalite.

Hal ini sekaligus merespons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Selasa (11/8/2026) yang membahas rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite khusus untuk orang kaya atau masyarakat desil 9 dan 10.

"Penataan subsidi menjadi momentum yang tepat untuk memperluas pilihan masyarakat. Kalau masyarakat memiliki kendaraan yang lebih efisien untuk kebutuhan sehari-hari, ketergantungan terhadap BBM juga dapat berkurang. Sepeda motor listrik semakin relevan karena biaya operasionalnya lebih rendah dan pilihan produknya semakin beragam," kata Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026).


Jelasnya, Budi mengatakan potensi peralihan kendaraan roda dua ke listrik cukup besar mengingat jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 139,45 juta unit berdasarkan data BPS 2025.

Mengutip perhitungan Kementerian ESDM pada 2022, Aismoli ungkapnya memperkirakan penggunaan 900.000 sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun dan menekan kompensasi Pertalite sekitar Rp480 miliar per tahun.