Harga Minyak Makin Ganas, Rupiah Menutup Hari di Rp17.840/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
11 August 2026 15:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan dengan pelemahan 0,44% ke posisi Rp17.840/US$, memangkas penguatan yang terjadi kemarin.
Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali terkerek di kisaran US$90/barel. Ketidakpastian geopolitik kembali menjadi titik lemah mata uang Garuda hari ini, meski sejumlah sentimen domestik sempat menopang pergerakannya kemarin.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah Presiden Donald Trump menyampaikan tuntutan baru yang luas terhadap Iran, dalam bentuk kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam konflik. Hal ini makin mengaburkan prospek tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Hampir semua mata uang Asia melemah pada sore ini. Peso Filipina menjadi mata uang paling lemah di kawasan dengan depresiasi sebesar 0,86%, disusul baht Thailand, rupiah, dolar Taiwan, rupee India, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan yuan offshore. Hanya won Korea Selatan yang menguat sangat terbatas 0,03% saja.
Setali tiga uang, dari pasar obligasi pergerakan yield cukup beragam, namun pada tenor pendek terjadi aksi jual yang cukup masif. Yield tenor 5 tahun tercatat naik 4,9 basis poin (bps) ke 7,21%, disusul yeidl 4 tahun naik 3,1 bps ke 7,11%. Begitu juga tenor 1 dan 2 tahun mencatat kenaikan yield masing-masing 2,4 bps dan 2,8 bps ke 6,95% dan 6,98%.

































