Logo Bloomberg Technoz

GNI Akui Kondisi Keuangan Sangat Berat, Sisa 1 Smelter Beroperasi

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 August 2026 11:00

Pekerja PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara./dok. GNI
Pekerja PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara./dok. GNI

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengonfirmasi berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap terhadap 1.900 karyawan, dari total pekerjanya sekitar 6.300 orang.

Manajemen GNI menyatakan langkah tersebut terpaksa dilakukan sebab perseroan menghadapi keuangan yang menantang, tecermin dari proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara yang masih berlangsung.

"Perusahaan saat ini masih menghadapi kondisi keuangan yang sangat berat [...] Kondisi ini menyebabkan kemampuan keuangan perusahaan sangat terbatas, termasuk dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional," papar manajemen GNI dalam pernyataan resmi, Selasa (11/8/2026).


Dalam kondisi tersebut, GNI menyatakan dua dari tiga smelter berhenti beroperasi. Selain itu, perseroan mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk menunjang operasional satu smelter tersebut.

Konstruksi proyek nikel PT Gunbuster Nickel Industry (dok. GNI)

“Untuk menjaga kegiatan usaha dan mengurangi dampak terhadap karyawan, perusahaan tetap berupaya mempertahankan operasional satu smelter beserta pembangkit listrik pendukungnya sesuai dengan kebutuhan,” tulis perusahaan.