Meskipun begitu, saham Intel tetap naik lebih dari 160% tahun ini, sehingga nilai pasarnya mendekati US$500 miliar. Kinerja ini mengungguli sebagian besar perusahaan semikonduktor sejenis dalam Indeks Semikonduktor Bursa Efek Philadelphia yang menjadi sorotan, yang naik lebih dari 70% pada tahun 2026.
Penjualan saham ini diharapkan dapat membantu memperkuat neraca keuangan yang telah terbebani utang. CEO Lip-Bu Tan, yang mengambil alih kepemimpinan tahun lalu, telah menjadikan pembenahan keuangan Intel sebagai prioritas. Upaya tersebut mencakup menarik investasi eksternal dari pemerintah AS dan bahkan pesaing di industri chip seperti Nvidia Corp.
Penawaran saham tersebut menarik pesanan yang jumlahnya berkali-kali lipat dari jumlah saham yang tersedia, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.
Intel sedang memperkuat cadangan kasnya dengan tujuan memainkan peran yang lebih sentral dalam booming AI. Ekspansi pusat data di seluruh dunia telah meningkatkan permintaan terhadap prosesor umum miliknya, namun perusahaan ini kesulitan bersaing secara langsung dengan Nvidia dan Advanced Micro Devices Inc. (AMD) di pasar prosesor AI. Intel juga membutuhkan dana untuk membangun jaringan pabrik guna mencapai tujuannya menjadi pusat manufaktur outsourcing bagi industri teknologi.
Penjualan pada segmen pusat data Intel melonjak 59% pada kuartal lalu, lebih dari dua kali lipat laju pertumbuhan pendapatan Intel secara keseluruhan. Meskipun demikian, perusahaan ini sedang berupaya menjalin kerja sama dengan pelanggan eksternal besar untuk bisnis pabrik chipnya.
Penawaran saham terbesar di AS tahun ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan lonjakan belanja di bidang AI. Alphabet Inc. sedang dalam proses menggalang dana hingga US$85 miliar melalui penawaran saham, termasuk penjualan saham “at-the-market” dan transaksi terkait ekuitas. Sementara itu, rencana penggalangan dana Oracle Corp. mencakup penjualan saham “at-the-market” US$20 miliar.
Produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix Inc., mengumpulkan US$26,5 miliar dalam penawaran perdana American Depositary Receipts (ADR) perusahaan, yang merupakan pencatatan terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan asing di bursa AS.
(bbn)






























