Logo Bloomberg Technoz

Pengembangan pusat data AI telah membuat arus kas bebas Oracle menjadi negatif, dan diperkirakan akan tetap demikian hingga 2030, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Perusahaan dihadapkan pada pengeluaran puluhan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan, sebagian besar untuk semikonduktor dan sewa.

“Saat Oracle dapat menyelesaikan penggalangan dana dengan sukses, perusahaan akan mulai keluar dari lubang besar yang telah mereka hadapi,” kata Gil Luria, analis di DA Davidson & Co.

Oracle memiliki strategi untuk mengumpulkan setengah dari dana tersebut melalui penerbitan saham berjangka dan saham biasa, termasuk sekuritas preferen konversi wajib, serta melalui program penerbitan saham di pasar sebesar hingga US$20 miliar.

Penawaran saham dapat menyiratkan pesan kepada pasar bahwa Oracle serius dalam mempertahankan peringkat utang investasi-nya, tulis John DiFucci, seorang analis di Guggenheim, dalam catatan Januari.

Sisanya dari target pendanaan akan diperoleh melalui penerbitan obligasi di awal 2026. Perusahaan meminjam US$18 miliar pada 2025, yang merupakan salah satu penawaran obligasi korporasi terbesar tahun itu.

Akan tetapi, pasar surat utang mungkin tak memiliki minat untuk menyerap tawaran dari Oracle mengingat komitmen yang sudah ada dan perdagangan dalam swap default kreditnya, kata Luria. Aksi jual saham juga dapat merugikan harga saham perusahaan, ucap Luria.

Pergerakan saham Oracle di tengah kewaspadaan investasi AI jor-joran apakah membuahkan hasil.

 

Goldman Sachs Group Inc. akan memimpin penerbitan senior bond tanpa jaminan, dan Citigroup Inc. akan memimpin penerbitan obligasi di pasar dan penerbitan saham preferen konversi wajib, kata Oracle.

(bbn)

No more pages