Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Perpanjangan SAL Rp70T Beri Ketidakpastian ke Perbankan

Mis Fransiska Dewi
07 August 2026 18:20

Dana Rp 200 T direalisasi, lima saham Bank Himbara terbang hari ini. (Diolah berbagai sumber)
Dana Rp 200 T direalisasi, lima saham Bank Himbara terbang hari ini. (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah penempatan likuiditas yang bersumber dari dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) sebanyak Rp70 triliun hingga Juli 2027 menciptakan ketidakpastian bagi perbankan. 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan dana SAL yang mengendap di Himbara Per 29 Juni 2026 tercatat total sebanyak Rp381 triliun. Jatuh tempo penempatan dana SAL sebesar Rp281 triliun yang semula Desember 2026 menjadi Juli 2027. 

Selebihnya, dana sebesar Rp100 triliun berstatus sebagai dana siaga alias bisa ditarik kapan saja. Dengan demikian, total SAL di perbankan akan sebanyak Rp451 triliun


“Persoalan yang lebih mendasar adalah pola pengelolaan SAL yang masih berubah mengikuti kondisi jangka pendek. Penempatan dana, penarikan, lalu penambahan kembali dalam waktu relatif singkat menciptakan ketidakpastian bagi perbankan,” kata ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi, Jumat (7/8/2026). 

Dia menjelaskan, persoalan yang lebih mendasar adalah pola pengelolaan SAL yang masih berubah mengikuti kondisi jangka pendek. Padahal keputusan pemberian kredit umumnya dibuat dengan horizon menengah hingga panjang sehingga kepastian sumber pendanaan menjadi faktor penting.