Logo Bloomberg Technoz

Insentif Diprediksi Dongkrak Penjualan EV hingga 20%

Sabrina Mulia Rhamadanty
07 August 2026 17:30

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Booth di Gaikindo Indonesia International Auto Show, Selasa (4/8/2026). (Bloomberg Technoz/ Lisa)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Booth di Gaikindo Indonesia International Auto Show, Selasa (4/8/2026). (Bloomberg Technoz/ Lisa)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Tenggono Chuandra Phoa, menyatakan bahwa insentif pembelian kendaraan listrik yang sedang dimatangkan pemerintah berpotensi mendorong kenaikan penjualan mobil electric vehicle (EV) hingga 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peningkatan penjualan pasti terjadi karena berkaitan langsung dengan insentif. Jika insentif perpajakan seperti yang berlaku pada periode 2023–2024 kembali diberikan, setidaknya kenaikan penjualan sebesar 20% sangat realistis untuk dicapai," ujar Tenggono saat dihubungi, Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, estimasi pertumbuhan di angka hingga 20% tersebut dapat menjadi stimulus penting bagi industri otomotif nasional, terutama di tengah kondisi tantangan ekonomi saat ini yang cenderung menahan daya beli masyarakat.


"Pemerintah perlu menjaga momentum pertumbuhan ini agar roda ekonomi tetap bergerak. Walaupun kondisi ekonomi saat ini sedang tidak menentu, dengan adanya stimulus yang tepat, minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik akan tetap mengalami peningkatan," tutur Tenggono.

Periklindo menilai kejelasan regulasi insentif sangat dinantikan oleh para produsen maupun calon konsumen. Kepastian fasilitas pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditegung Pemerintah (PPN DTP) dinilai efektif menekan harga jual akhir kendaraan sehingga lebih terjangkau bagi pasar domestik.