Logo Bloomberg Technoz

Periklindo juga mengimbau para pelaku industri untuk terus memperluas jaringan infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian daya (charging station), guna mengimbangi tren lonjakan adopsi mobil listrik yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

“Kami optimistis bahwa kolaborasi erat antara kebijakan insentif pemerintah dan kesiapan ekosistem industri akan menjadi kunci utama dalam memicu percepatan transisi energi bersih di sektor transportasi Indonesia,” ungkapnya. 

Selain faktor harga dan fasilitas pajak, edukasi mengenai efisiensi biaya operasional jangka panjang serta beragam opsi model baru yang masuk ke pasar domestik juga diprediksi akan memperkuat keyakinan masyarakat dalam memilih kendaraan berbasis baterai tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepanjang tahun 2025, pasar kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan total penjualan wholesales mencapai sekitar 43.000 unit. 

Capaian ini didorong oleh makin beragamnya pilihan model ramah lingkungan yang dipasarkan produsen otomotif, keberlanjutan dukungan fasilitas fiskal, serta ekspansi fasilitas perakitan lokal yang dilakukan oleh sejumah pabrikan global.

Masuk ke tahun 2026, potensi penjualan mobil listrik diperkirakan mampu menembus kisaran 50.000 hingga 52.000 unit jika skema insentif cair tepat waktu. Lonjakan volume penjualan tersebut memperlihatkan bahwa pasar EV Indonesia terus bertransformasi dari sekadar segmen niche menuju adopsi massal secara bertahap.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV), termasuk untuk motor dan mobil listrik. 

Airlangga menjelaskan pembahasan besaran insentif masih berlangsung bersama kementerian teknis terkait, dan tinggal menentukan mekanisme peluncurannya.

"Stimulus EV nanti kita akan monitor, karena rencana kan ada rencana pembangunan atau pembuatan motor listrik nasional. Ini masih dalam pembahasan antar kementerian teknis dan anggarannya sudah ada tinggal bagaimana kita meluncurkan," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis, (6/7/2026).

Nenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan kebijakan tersebut dalam waktu dekat. Menurutnya, stimulus EV mencakup dukungan untuk sekitar 500.000 sepeda motor listrik serta insentif bagi mobil listrik.

“Saya kira dalam dua minggu atau tiga minggu dari sekarang Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV, termasuk untuk 500.000 motor dan juga mobil listrik, ada pembebas 100 persen barang mewah, VIP, dibayar oleh pemerintah dan 40% untuk kendaraan listrik tertentu,” ujarnya dalam acara Gaikindo International Automotive Conference, Selasa, (4/8/2026). 

(ain)

No more pages