Logo Bloomberg Technoz

Tensi Geopolitik Memanas, Bursa Asia Bersiap Dibuka Melemah

News
07 August 2026 06:40

Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan bergerak melemah pada Jumat (7/8) setelah kembali meningkatnya ketegangan geopolitik mengguncang pasar global. Kondisi tersebut menekan saham dan obligasi, sementara harga minyak melonjak dan kembali memicu kekhawatiran inflasi menjelang rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Kontrak berjangka indeks saham menunjukkan potensi penurunan tipis di Jepang, Hong Kong, dan Australia, sementara kontrak Korea Selatan bergerak menguat. Kontrak berjangka saham AS relatif tidak berubah setelah indeks S&P 500 turun 0,2% pada Kamis, sehingga indeks acuan tersebut berada di jalur untuk mencatat penurunan selama dua hari berturut-turut. Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi turun 0,4%.


Harga minyak mentah AS naik lebih dari 1% pada Jumat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan belum adanya kejelasan mengenai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga mendorong harga komoditas tersebut. Kenaikan harga energi kembali memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu lebih lama. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik 7 basis poin menjadi 4,68%. Dolar AS mencatat penguatan terbesar dalam dua pekan, sementara harga emas bertahan di sekitar US$4.240 per ons.

Investor kini mengalihkan perhatian pada laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat untuk mencari petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed. Pertumbuhan jumlah pekerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi untuk waktu lebih lama. Sementara itu, eskalasi lebih lanjut ketegangan di Timur Tengah berisiko mempertahankan harga energi di level tinggi dan menambah sumber volatilitas bagi pasar global.

Grafik harga minyak. (Sumber: Bloomberg)