Bahlil: Baterai Nikel Lebih 'Paten' Meski Pasar EV Didominasi LFP
Sabrina Mulia Rhamadanty
04 August 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan baterai berbasis nikel atau nickel manganese cobalt (NMC) tetap memiliki keunggulan tersendiri meskipun saat ini pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) didominasi oleh baterai lithium ferro phosphate (LFP)
Menurutnya, Indonesia tetap memiliki alasan kuat untuk mengembangkan industri baterai NMC karena bahan baku nikel dan ekosistem pabriknya telah tersedia di dalam negeri.
"Gini, kalau untuk [EV] yang jarak-jarak pendek itu [menggunakan baterai] LFP biasanya, tetapi kalau yang jarak panjang itu [baterai] nikel masih lebih paten. Jadi kalian jangan terprovokasi," ungkap Bahlil saat ditemui awak media di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).
Di sisi lain, Bahlil mengingatkan Indonesia tidak memiliki bahan baku lokal untuk pembuatan baterai LFP, yaitu litium, sehingga pengembangan baterai NMC merupakan langkah strategis yang paling rasional.
“Loh iyalah, kok LFP kok tidak ada bahan bakunya kok,” kata dia.





























