Logo Bloomberg Technoz

Bahlil: LTJ Terikut Ekspor Nikel—Tembaga, Industri Khusus Dikejar

Sabrina Mulia Rhamadanty
03 August 2026 18:30

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa potensi logam tanah jarang (LTJ) saat ini turut terekspor secara tidak sengaja. Komoditas bernilai tinggi tersebut kerap terbawa sebagai mineral ikutan dalam produk hasil hilirisasi nikel dan tembaga.

Bahlil menjelaskan bahwa pengolahan mineral di dalam negeri saat ini belum sepenuhnya selesai. Hal ini menyebabkan mineral ikutan seperti LTJ belum terpisah secara maksimal dari produk utama.

"Ternyata setelah dicek oleh tim saya, ada beberapa produk dari hasil industri hilirisasi yang diekspor. Contohnya nikel ataupun tembaga yang memang ada kadar tertentu dan ada isinya tentang logam tanah jarang [LTJ]," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).


Sebagai contoh, Bahlil menyoroti proses pengolahan Nickel Pig Iron (NPI) yang tingkat kemurniannya baru mencapai 40-50%. Menurut Bahlil, pemurnian yang belum optimal tersebut menyebabkan berbagai komponen mineral lain, termasuk besi dan LTJ, masih menyatu di dalam produk ekspor. 

Bahlil mengakui bahwa ekspor LTJ yang belum terolah ini terjadi akibat ketiadaan fasilitas pengolahan khusus di dalam negeri.