Logo Bloomberg Technoz

LTJ di Olahan Bauksit Dinilai Kecil, Belum Sepadan Biaya Produksi

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 July 2026 11:50

Bauksit berada di trailer truk di Kuantan, Pahang, Malaysia./Bloomberg-Sanjit Das
Bauksit berada di trailer truk di Kuantan, Pahang, Malaysia./Bloomberg-Sanjit Das

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) menilai pengembangan logam tanah jarang (LTJ) dari limbah produksi produk olahan bauksit seperti alumina masih belum sepadan untuk dikembangkan, sebab kandungannya terbilang cukup kecil dan memerlukan teknologi berbiaya tinggi.

Ketua Umum ABI Ronald Sulistyanto menjelaskan, berdasarkan pengukuran yang dilakukan asosiasi, didapatkan bahwa kandungan LTJ dalam tailing atau limbah pemrosesan produk olahan bauksit hanya mencapai 0,006—0,009 parts per million (ppm).

Ronald menyatakan besaran tersebut bahkan berada di bawah batas produk mineral yang tergolong sebagai mineral radioaktif, di mana Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menetapkan kandungan minimal unsur radioaktif dalam mineral sebesar 250 ppm.

Tumpukan penyimpanan batu bauksit./Bloomberg-Nick Paleologo

Teknologi Tertinggal

Selain kandungan LTJ atau unsur radioaktif yang kecil, Ronald menegaskan teknologi pengolahan di Indonesia masih belum semaju di China.