Logo Bloomberg Technoz

Mengenal Kandungan Tanah Jarang di Nikel Usai Ekspor NPI Tertahan

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 July 2026 08:20

Sebuah truk pengangkut bijih mentah di tambang terbuka di California. (Fotografer: Joe Buglewicz/Bloomberg)
Sebuah truk pengangkut bijih mentah di tambang terbuka di California. (Fotografer: Joe Buglewicz/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekspor nickel pig iron (NPI) sempat tertahan di Bea Cukai gegara harus menjalankan pemeriksaan unsur logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif, tetapi kondisi tersebut disebut-sebut telah berangsur normal.

Lantas, kandungan LTJ atau rare earth elements (REE) apa saja yang terkandung di nikel?

Berdasarkan data Balai Besar Pengujian Mineral dan Batu Bara (Tekmira) Ditjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat empat unsur LTJ di dalam bijih nikel laterit yakni scandium (Sc), neodymium (Nd), praseodymium (Pr), dan dysprosium (Dy).


Tekmira mencatat LTJ dalam bijih nikel laterit terdiri atas skandium (Sc) sebesar 52 parts per million (ppm), neodimium (Nd) 18 ppm, praseodimium (Pr) 60 ppm, serta dysprosium (Dy) 8 ppm.

“LTJ yang terdapat dalam bijih nikel laterit adalah 52 ppm Sc, 18 ppm Nd, 60 ppm Pr, 8 ppm Dy. Perolehan Sc dan LTJ lainnya didapatkan dari produk samping proses HPAL nikel-cobalt,” tulis Tekmira dalam Booklet Tanah Jarang ESDM.

Kotak berisi sampel logam tanah jarang di Frankfurt. (Alex Kraus/Bloomberg)