Begitu juga dengan pergerakan rupiah yang diperkirakan masih akan tertahan akibat sikap hati-hati yang diambil pelaku pasar setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) kemarin.
Sinyal kehati-hatian tersebut juga tercermin di pasar spot kemarin. Rupiah kembali menembus Rp18.005/US$ pada penutupan perdagangan kemarin setelah melemah cukup tajam 0,81%.
Hari ini, rupiah diperkirakan masih bergerak dengan kecenderungan melemah, seiring pelaku pasar menunggu arah kebijakan moneter BI di bawah gubernur baru. Dengan volatilitas dan kehati-hatian pasar, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.150/US$.
Analisa Teknikal
Secara teknikal nilai tukar rupiah berpotensi melemah, hingga turut dibayangi sentimen yang kurang positif di pasar, dengan target pelemahan menuju level Rp18.050/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua harus tertahan di Rp18.100/US$.
Apabila kembali break kedua support tersebut dengan volume yang besar, rupiah berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level pesimistis Rp18.150/US$ sebagai support paling terkuatnya.
Jika nilai rupiah terjadi penguatan hari ini, resistance menarik dicermati ada pada level range Rp17.940/US$ dan selanjutnya kembali menuju Rp17.900/US$ potensialnya.
(riset)






























