Hemat Air, BMKG Sebut Kemarau Sudah Terjadi di 73% Wilayah
Dovana Hasiana
24 July 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mulai memberi peringatan tentang potensi kekeringan meteorologis menjelang puncak musim kemarau yang dipicu El Nino pada Agustus-September mendatang. Pada saat ini sejumlah wilayah mulai mengalami kemarau dan kekeringan karena tak lagi mengalami hujan.
Berdasarkan data per 20 Juli lalu, sebanyak 72,8% wilayah Indonesia atau 509 zona musim telah memasuki musim kemarau. Bahkan hanya tersisa 11% wilayah Indonesia yang masih mengalami hujan seperti sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
BMKG mencatat seluruh wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara telah memasuki musim kemarau dengan tingkat kekeringan tinggi.
"Bagi masyarakat yang wilayahnya sudah mengalami musim kemarau agar menghemat air dan menggunakannya dengan bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan," tulis BMKG dikutip, Jumat (24/07/2026).
Sebelumnya, BMKG merilis peringatan dini bahwa musim kemarau berpotensi berlangsung sangat panjang hingga awal 2027. Sebanyak 98% ZOM memiliki potensi mengalami kekeringandengan tingkat moderat; namun, sebanyak 62% zona musim bisa mengalami lebih buruk hingga tingkat kuat.
































