Logo Bloomberg Technoz

Efek El Niño, Perhapi Ungkap 3,9 Juta Ton Batu Bara Gagal Dikirim

Sabrina Mulia Rhamadanty
11 September 2026 12:45

Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengungkapkan fenomena El Niño yang memicu musim kemarau panjang telah menghambat distribusi logistik batu bara secara signifikan.

Kondisi ini membuat sekitar 3,7 hingga 3,9 juta ton batu bara tertahan dan gagal kirim terhitung sejak Juli 2026.

Ketua Kajian Pertambangan Batu Bara dan Energi Terbarukan Perhapi FH Kristiono menjelaskan penyusutan debit air di jalur transportasi sungai menjadi penyebab utama terhentinya aliran distribusi tersebut, khususnya di Sungai Barito, Kalimantan Tengah.


"Ada sekitar 3,7—3,9 juta ton batu bara per bulan yang tertahan sejak Juli karena kemarau. [Sungai] yang kering Barito,” ungkap Kristiono saat ditemui usai agenda Perayaan Ulang Tahun ke-36 Perhapi di JIExpo Kemayoran, Kamis (10/9/2026).

Tumpukan batu bara yang masih berasap dimuat ke truk. Fotografer: Muhammad Fadli/Bloomberg

Kristiono menegaskan tumpukan batu bara yang belum dapat dikirimkan tersebut kini tertimbun di area pergudangan serta pelabuhan-pelabuhan lokal.