“Iya di Karimun itu ada. Karimun itu kan penyimpanan internasional di sana, dan di sana itu ada slot yang masih bisa dibangun storage. Jadi slot itu nanti yang kemungkinan akan kita manfaatkan untuk penambahan storage tersebut,” kata Laode kepada awak media, di Kompleks DPR RI, Rabu (15/4/2026).
Di sisi lain, perusahaan migas asal Inggris, Essar Oil UK Ltd., dikabarkan tengah menjajaki investasi pembangunan penyimpanan minyak mentah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di wilayah Riau.
Sumber Bloomberg Technoz yang terlibat langsung dalam proses penjajakan tersebut mengungkapkan pemerintah melalui Kementerian ESDM sedang melakukan pembahasan dengan Essar Oil UK terkait dengan rencana investasi tersebut.
“Ada namanya badan usaha dari London, Essar Group. [Pemerintah] sedang menjajaki kerja sama dengan mereka,” kata sumber tersebut ketika dimintai konfirmasi, medio Maret 2026.
Terkait dengan hal itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengakui informasi konglomerasi migas India, Essar Group, berminat untuk berinvestasi membangun storage atau tangki penyimpanan minyak di Indonesia.
“Tentang storage tentunya memang waktu itu kami juga sudah bertemu dengan tim Pak Menteri yaitu dari Essar Group salah satunya, sedang penjajakan dan kemarin sudah berkunjung ke lokasi kilang kami yang ada di Plaju. Tentunya untuk melihat potensi kerja sama untuk pembangunan storage untuk tambahan,” kata Simon kepada awak media di Kantor BPH Migas, Kamis (12/3/2026).
Secara terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim stok BBM nasional bakal naik sekitar 7 hari gegara terdapat tambahan pasokan dari tangki penyimpanan di Karimun, Kepulauan Riau.
Bahlil mengungkapkan stok operasional BBM Indonesia saat ini tahan selama 21 hingga 25 hari. Dengan adanya penambahan pasokan dari storage Karimun, maka stok BBM nasional diklaim dapat tahan menuju 30 hari.
“Sekarang alhamdulillah penyangga energi kita, tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari. Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun dan ini yang kita lagi dikomunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).
Adapun, tangki penyimpanan BBM di Karimun memiliki kapasitas penyimpanan sebanyak 730.000 kiloliter. Tangki penyimpanan tersebut dimiliki oleh pihak swasta, yaitu PT Oiltanking Karimun.
Berdasarkan catatan Kementrian ESDM, storage BBM di Karimun dapat menambah stok BBM sebesar tiga hari. Fasilitas penyimpanan BBM tersebut juga sudah beroperasi sejak 2017.
Sekadar informasi, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan BPH Migas, komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra sehingga sumbernya terdiversifikasi.
Antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel atau sekitar 25%, Angola sebesar 28,5 juta barel atau 21%, Arab Saudi sebesar 25,36 juta barel atau sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, Amerika Serikat (AS), dan Malaysia.
Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.
Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.
Adapun, anggota komite BPH Migas Fathul Nugroho melaporkan saat ini kapasitas penyimpanan BBM nasional mencapai 9,16 juta kiloliter.
Dia menjelaskan, dari besaran itu, sebanyak 67% atau 6,1 juta kiloliter di antaranya merupakan milik Pertamina, sementara 33% penyimpanan BBM di RI atau 3,06 juta kiloliter dimiliki non-Pertamina.
Berikut 5 provinsi yang memiliki kapasitas penyimpanan BBM terbesar:
- Jawa Timur sebesar 1,15 juta kiloliter
- Jawa Barat sebesar 950.000 kiloliter
- DKI Jakarta sebesar 910.000 kiloliter
- Kepulauan Riau sebesar 890.000 kiloliter
- Banten sebesar 770.000 kiloliter
(azr/wdh)































