Logo Bloomberg Technoz

Pembangunan tersebut resmi dimulai dengan dilakukannya pemotongan baja pertama FPSO dengan nama Bahtera Haluan Lestari (BHL).

CEO Searah North Ganal Limited Mirko Araldi menjelaskan North Hub merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang mencakup wilayah kerja (WK) North Ganal, WK Rapak, dan WK Ganal, dengan target mulai berproduksi (first gas) pada kuartal IV-2028.

Araldi mengklaim FPSO Bahtera Haluan Lestari merupakan proyek terbesar di Indonesia, sekaligus terbesar di Asia Tenggara. 

FPSO tersebut diperkirakan memiliki bobot sekitar 145.800 ton dan beroperasi pada proyek laut dalam atau ultra deepwater dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter di bawah permukaan laut.

“FPSO Kutai North merepresentasikan sebuah proyek dengan skala dan ambisi yang luar biasa. Dengan panjang 350 meter, lebar 64 meter, dan tinggi 32 meter, unit ini akan menjadi salah satu FPSO terbesar yang pernah dibangun di seluruh dunia. Setelah selesai, ini akan menjadi FPSO terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Araldi dalam peresmian proyek tersebut di Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan data yang ditampilkan, total nilai investasi Kutei North Hub mencapai US$11,8 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar US$2,9 miliar dialokasikan untuk pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari.

Proyek tersebut diperkirakan menghasilkan pasokan gas hingga 1 miliar kaki kubik standar gas per hari (bscfd) dan kondensat sebesar 80.000 barel per hari (bph).

Oroyek tersebut mencakup pengeboran 16 sumur produksi di kedalaman 1.700—2.000 meter, yang akan terhubung ke FPSO baru dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.

Proyek tersebut juga akan menjadi bagian dari aset yang akan digabungkan dalam kerja sama bisnis antara Eni dan perusahaan energi Malaysia, Petronas.

Langkah itu dilakukan dalam membentuk perusahaan baru bernama Searah yang ditargetkan memiliki produksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan lapangan gas raksasa (giant discovery) baru, yakni dalam Blok Geliga di Kalimantan Timur diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 5 TCF serta kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak atau barrel oil equivalent (BOE).

Menurut Bahlil, produksi gas dari Blok Geliga diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 600—700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) saat ini menjadi sekitar 2.000 MMSCFD pada 2028, dan terus berkembang hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.

Selain itu, produksi kondensat ditargetkan mencapai 90.000 barel per hari pada 2028 dan meningkat menjadi 150.000 barel per hari pada 2029—2030.

(azr/ros)

No more pages