Dalam transaksi tersebut, Panda Bond tenor tiga tahun senilai CNY5,6 miliar ditetapkan dengan yield sebesar 1,90%, sedangkan tenor lima tahun senilai CNY1,4 miliar memiliki yield sebesar 2,19%. Setelmen penerbitan Panda Bond dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Kisaran yield tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kisaran target pemerintah yakni sebesar 2,3% sampai 2,5%.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penerbitan surat utang berdenominasi CNY alias yuan tersebut mendapatkan respons baik dari pasar. Pemerintah juga memastikan penerbitan Panda Bond memiliki dasar yang kuat karena Indonesia memperoleh peringkat kredit tertinggi (triple A rating) dari lembaga pemeringkat di China yakni Lianhei Credit Rating pada awal Juli 2026 lalu.
"Bagus, tapi saya belum tahu hasil akhirnya seperti apa. Besok kalau tidak salah closing book-nya. Yang jelas kita triple A rating-nya (AAA), ada suratnya dari sana. Jadi bukan bohong, triple A betul," ujar Purbaya.
Purbaya mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari pengenalan pasar terlebih dahulu sebelum membuka peluang penerbitan dengan nilai lebih besar pada masa mendatang.
Lead Underwriter dari penerbitan Panda Bond ini adalah Bank Of China yang didukung oleh Joint Bookrunners yang terdiri atas ICBC, CITIC, CICC, dan DPS. Sementara itu, sejumlah institusi keuangan besar di China turut bergabung sebagai Co-Managers, yakni Agricultural Bank of China, China Construction Bank (CCB), Bank of Communications, China CITIC Bank, dan China Everbright Bank.
(mfd/ell)































