Logo Bloomberg Technoz

"Kalau nggak, kita kasih usulan ke BGN untuk memperbaiki cara mereka kerja atau kalau jelek sekali ya tutup aja. Itu kalau kata Kepala BGN sebelumnya ya, Bu Nanik, kan sekarang ganti," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengisyaratkan adanya perubahan sasaran penerima manfaat program MBG melalui kebijakan refocusing yang masih dikaji. Salah satu kelompok yang berpeluang tidak lagi menerima program tersebut adalah siswa SMA dari keluarga mampu.

Wakil Kepala BGN Arum Sari mengatakan refocusing dilakukan agar tujuan intervensi gizi pemerintah tetap tercapai, namun dengan sasaran penerima manfaat yang lebih tepat dan terfokus. Ia mencontohkan siswa SMA dari keluarga yang dinilai mampu kemungkinan tidak lagi menjadi prioritas penerima MBG karena dianggap mampu memenuhi kebutuhan makan dan gizinya secara mandiri.

"Contoh gampang, SMA mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG, apalagi SMA-SMA yang uang saku anak-anaknya Rp100 ribu, Rp200 ribu, mungkin yang high class, itu tidak perlu lagi," ujarnya.

Meski demikian, saat dikonfirmasi kembali mengenai apakah penentuan penerima manfaat akan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS), Wakil Kepala BGN Trenggono belum memberikan kepastian. Menurutnya, seluruh skema penyaluran MBG masih dalam tahap pembahasan.

"Memang sudah ada wacana, tapi masih kita kaji lagi. Nanti hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai ya," kata Trenggono di Kompleks Parlemen, dikutip Sabtu (18/7/2026).

(dec/spt)

No more pages