Logo Bloomberg Technoz

Sepertinya pasar mencermati manuver Amerika Serikat (AS) yang tengah memperluas kampanye serangan udaranya terhadap Iran pada Jumat pagi dengan menghantam lebih banyak jembatan dan meruntuhkan sebuah menara di pelabuhan utama Iran, sebagai bagian dari ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mulai menyerang infrastruktur sipil guna menekan Iran agar melonggarkan cengkeramannya di Selat Hormuz.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah mendekati level tertinggi dalam sebulan perdagangan, turut memicu reaksi negatif di pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melejit menembus harga US$80,33 per barel dan berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan lebih dari 10%, sementara minyak Brent mengganas di harga US$85,48 per barel berdasarkan data Bloomberg yang dilihat pada Jumat.

“Kekhawatiran bahwa perang antara AS dengan Iran akan menghalangi kapal tanker minyak memasuki Selat Hormuz dan memblokir pengiriman minyak mentah dari Teluk Persia ke pelanggan di seluruh dunia,” sebut Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, di mana Iran telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz tanpa batas waktu.

(fad)

No more pages