IHSG Rebound, Tapi UNVR-AMRT Terburuk di LQ45
Muhammad Julian Fadli
17 July 2026 13:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laju indeks paling likuid, LQ45, sudah melampaui IHSG yang pergerakannya sendiri telah berhasil rebound dari guncangan pada bulan lalu. Namun, masih ada sejumlah saham konstituen LQ45 seperti UNVR dan AMRT yang lajunya masih tertinggal.
Hingga siang hari ini, Jumat (17/7/2026), atau month–to–date IHSG, telah menguat 8%, menyambut rilis S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia, dengan outlook stabil. Untuk timeframe yang sama, Indeks LQ45 telah naik 11,81%.
Sentimen S&P menjadi pendorong utama laju IHSG, yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia di level BBB dan peringkat kredit jangka pendek di A-2. Di mana, bagi pasar modal, dipertahankannya peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan terjaganya persepsi risiko Indonesia di mata investor global, mengutip Phintraco Sekuritas.
Meski demikian, sentimen tersebut belum cukup menggerakkan sejumlah saham LQ45. Alih-alih ikut menguat, saham-saham ini justru masih terbenam.
Berikut deretan saham LQ45 yang sepanjang bulan Juli sampai hari ini, Jumat (17/7/2026), masih memberikan return negatif, berdasarkan data Bloomberg.
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk PT (CPIN), melemah 8,53%
- PT Unilever Indonesia Tbk PT (UNVR), melemah 6,37%
- PT Kalbe Farma Tbk PT (KLBF), melemah 3,92%
- PT Mitra Adiperkasa Tbk PT (MAPI), melemah 1,98%
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk PT (AMRT), melemah 1,46%
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk PT (GOTO), stagnan dan flat di harga Rp50
































