Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah kumpulan saham juga menjadi pemicu lesatan IHSG pada perdagangan hari ini. Saham–saham keuangan, saham konsumen non primer, dan saham kesehatan mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 2,34%, 0,81% dan 0,67%.

Menguatnya IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan empat saham big banks pada perdagangan hari ini.

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (17/7/2026).

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 22,18 poin
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 16,14 poin
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 13,95 poin
  4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyumbang 12,06 poin
  5. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 5,73 poin
  6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyumbang 2,65 poin
  7. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menyumbang 1,68 poin
  8. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyumbang 1,67 poin
  9. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyumbang 1,65 poin
  10. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyumbang 1,42 poin

Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat 1,1% di posisi 6.175 pada perdagangan Jumat, sehingga selama seminggu perdagangan saham IHSG berhasil menguat sekitar 4,24% point-to-point. 

Menelusuri sebab tren bullish IHSG, rasanya bursa saham RI terdorong sentimen penguatan rupiah yang ditutup menguat 0,5% di level Rp17.895/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg. Terlebih lagi, selama seminggu ini, rupiah berhasil menguat sebesar 0,89% dibanding posisi sebelumnya. 

Efeknya, saat rupiah menguat, beban utang luar negeri masing–masing emiten perusahaan akan terpangkas. Apalagi bagi emiten yang mengumpulkan pendapatan dalam rupiah.

Pada nantinya, berpotensi membuat bertambahnya nilai laba bersih perusahaan. Ketika laba emiten mencatat pertumbuhan, investor bisa berharap menikmati datangnya dividen yang memetik keuntungan dari saham.

Selanjutnya, “Berdasarkan weekly chart, IHSG ditutup diatas MA5 dan MA10 weekly. Histogram negatif MACD weekly menyempit dan berpotensi membentuk golden cross, di tengah Stochastic RSI yang cenderung menguat di area pivot,” analisis Phintraco melansir catatan terbarunya.

Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6.225–6.280 pada perdagangan minggu depan. Data indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan akan dirilis pada pekan depan diantaranya hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai kebijakan moneternya, pertumbuhan kredit dan M2 Money Supply. 

(fad)

No more pages