Logo Bloomberg Technoz

Selain hipertensi, konsumsi daging merah terutama yang telah melalui proses pengolahan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker.

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi daging merah olahan dengan kanker kolorektal serta kanker payudara. Meski demikian, risiko tersebut dipengaruhi pula oleh pola makan secara keseluruhan, gaya hidup, aktivitas fisik, serta faktor genetik.

Melihat berbagai potensi risiko tersebut, pembatasan konsumsi daging merah menjadi langkah yang dianjurkan oleh berbagai lembaga kesehatan.

Rekomendasi Aman Mengonsumsi Daging Merah

Batasi Porsi Mingguan

Institut Penelitian Kanker Amerika merekomendasikan agar konsumsi daging merah dibatasi hingga tidak lebih dari tiga porsi setiap minggu.

Sementara itu, konsumsi daging merah olahan dianjurkan untuk dihindari sebisa mungkin karena kandungan natrium dan bahan pengawetnya yang relatif tinggi.

Mengonsumsi daging merah dalam jumlah yang sesuai anjuran tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat apabila diimbangi dengan asupan makanan bergizi lainnya.

Makanan Pendamping yang Disarankan

Padukan dengan Sayuran dan Buah

Salah satu keluhan yang cukup sering muncul setelah mengonsumsi daging merah adalah gangguan pencernaan, seperti rasa begah atau sembelit.

Untuk membantu proses pencernaan, konsumsi daging merah disarankan dipadukan dengan makanan tinggi serat serta bahan pangan yang mengandung enzim alami.

Beberapa pilihan yang dapat dikonsumsi bersama daging merah antara lain nanas, kiwi, kimchi, jahe, brokoli, dan asparagus.

Nanas mengandung enzim bromelain, sedangkan kiwi mengandung actinidin. Kedua enzim tersebut membantu memecah protein sehingga proses pencernaan berlangsung lebih optimal dan rasa begah dapat berkurang.

Jahe juga menjadi pilihan yang baik karena mengandung senyawa yang mampu merangsang kerja enzim pencernaan sehingga membantu memberikan rasa nyaman pada lambung setelah makan.

Di sisi lain, sayuran hijau dan makanan fermentasi berperan dalam meningkatkan asupan serat sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma usus, sehingga sistem pencernaan dapat bekerja lebih baik.

Poin Penting

Hal yang Perlu Diingat

  • Daging merah tetap menjadi sumber protein, zat besi, dan vitamin B12 yang bermanfaat bagi tubuh.

  • Konsumsi daging merah setiap hari, terutama dalam bentuk olahan, berpotensi meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

  • Daging merah olahan seperti sosis, bacon, deli meat, dan salami mengandung natrium serta bahan pengawet yang tinggi.

  • Konsumsi daging merah olahan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dan kanker payudara.

  • Institut Penelitian Kanker Amerika menyarankan konsumsi daging merah tidak lebih dari tiga porsi dalam satu minggu, sedangkan daging olahan sebaiknya dihindari.

  • Mengonsumsi daging merah bersama sayuran tinggi serat, buah seperti nanas dan kiwi, serta makanan fermentasi dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Dengan menerapkan pola makan yang seimbang serta membatasi konsumsi daging merah sesuai rekomendasi, masyarakat tetap dapat menikmati berbagai hidangan Nusantara tanpa mengabaikan aspek kesehatan jangka panjang. Kunci utamanya bukan menghindari sepenuhnya, melainkan mengatur frekuensi, porsi, dan memilih pendamping makanan yang tepat.

(seo)

No more pages