Logo Bloomberg Technoz

Iriawan juga menegaskan pengembangan proyek strategis nasional (PSN) tersebut harus berjalan hingga akhirnya dapat dibangun secara tuntas.

“Harapan saya, baik proyek GRR Tuban maupun PTTI Tuban, dapat berjalan dengan standar HSSE  yang ketat, tepat waktu, dan memberikan multiplier effect yang nyata bagi kemandirian energi nasional serta ekonomi masyarakat sekitar,” kata Iriawan dalam unggahan di Instagram resminya.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara ihwal perkembangan keputusan investasi FID Rosneft Kilang Tuban.

Bahlil menyatakan tahapan FID masih berlangsung hingga saat ini, tetapi dia menyatakan target rampungnya merupakan kewenangan Pertamina untuk menjelaskan.

“Rosneft. Nah itu tanya Pertamina itu. Itu kan kerja sama Pertamina sama Rosneft. Akan tetapi, saya tahu, ini saya tahu saya masih on progress,” kata Bahlil kepada awak media, usai meresmikan Mini LNG Plant di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).

Belum lama ini, PRPP resmi membuka prakualifikasi tender EPCC untuk proyek Kilang Tuban.

Berdasarkan pengumuman yang dilihat Bloomberg Technoz, anak usaha Pertamina tersebut bakal membuka dua paket pekerjaan yakni kilang I GRR Tuban dengan nomor BS-001/PRPP-310/2026-S0 dan kilang II GRR Tuban dengan nomor BS-002/PRPP-310/2026-S0.

Prakualifikasi dibuka bagi perusahaan nasional maupun asing, baik perusahaan tunggal maupun konsorsium, joint venture (JV), dan joint operation (JO).

Untuk perusahaan berbentuk konsorsium, PRPP mensyaratkan keterlibatan minimal satu perusahaan nasional.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Roberth MV Dumatubun menyatakan proses FID masih berlangsung, tetapi dia belum mengungkapkan target atau tenggat keputusan investasi final Rosneft di GRR Tuban.

“Untuk FID Proyek GRR Tuban saat ini masih dalam proses,” kata Roberth kepada Bloomberg Technoz, Jumat (8/5/2026).

Lebih lanjut, Roberth menjelaskan pembukaan prakualifikasi tender EPCC untuk proyek Kilang Tuban dilakukan untuk menjaring kontraktor potensial.

Dia menyebut kontraktor yang masuk dalam kualifikasi nantinya dapat mengikuti tender EPCC untuk mendukung eksekusi proyek Kilang Tuban.

Nilai proyek GRR Tuban diprediksi mencapai US$24 miliar dan dirancang untuk memiliki kapasitas olahan minyak mentah 300.000 barel per hari (bph).

Pertamina lewat anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), memegang 55% saham PRPP, sedangkan 45% saham lainnya dikuasai Rosneft Singapore Pte Ltd (dahulu Petrol Complex Pte Ltd).

(azr/wdh)

No more pages