Sementara itu PMA ke Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan juga Kepulauan Riau masing-masing tercatat sebesar Rp64,7 triliun, Rp61,8 triliun dan Rp26,4 triliun dengan masing-masing berkontribusi sebesar 12,7%, 12,2% dan 5,2%.
Untuk PMDN, DKI Jakarta juga menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar pada semester I-2026 dengan nilai investasi domestik yang masuk ke ibu kota mencapai Rp106,5 triliun atau setara 21,2% dari total PMDN nasional.
Di posisi kedua, Jawa Barat membukukan realisasi investasi sebesar Rp53,2 triliun atau berkontribusi 10,6%. Selanjutnya Jawa Timur mencatatkan investasi domestik sebesar Rp49,8 triliun (9,9%), disusul Banten sebesar Rp42,2 triliun (8,4%).
Sementara itu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi kelima dengan realisasi investasi PMDN sebesar Rp28,0 triliun atau sekitar 5,6% dari total investasi domestik pada semester I-2026.
Sebagai informasi, pemerintah melaporkan realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun.
“Pada semester pertama, atau dari Januari sampai dengan Juni ini di 2026, pencapaian yang sudah dilakukan pengeluaran atau spending oleh para investor di Indonesia itu mencapai 1.010,6 triliun, atau peningkatan 7,2% year-on-year,” kata Rosan.
Rosan menyebut bahwa hal tersebut masih sejalan dengan target investasi yang dibidik oleh pemerintah yakni sebesar Rp 2.041,3 triliun atau sebesar 49,5% dari total target tahunan.
Sementara itu, untuk triwulan pertama realisasi investasi mencapai Rp498,8 triliun atau 24,4% dari total target investasi, semenetara pada triwulan kedua, nilai investasi mencapai Rp 511,8 triliun atau 25,1% dari total target.
Rosan menyebut bahwa penyerapan tenaga kerja yang berasal dari investasi pada semester I-2026 tersebut mencapai 1.448.862 orang, dengan peningkatan sekitar peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
(ell)































