Logo Bloomberg Technoz

Menurut Matt Maley dari Miller Tabak, respons negatif pasar terhadap kinerja kuat TSMC menjadi sinyal yang memicu kekhawatiran investor terhadap kelompok saham yang selama ini menjadi motor utama penggerak pasar.

"Pergerakan saham-saham chip ke depan masih menjadi isu paling penting bagi pasar saham," ujar Maley.

"Saham-saham tersebut mulai menunjukkan sejumlah tanda pelemahan yang cukup berarti. Karena itu, mereka perlu segera mencatatkan pemulihan yang kuat dan berkelanjutan. Jika tidak, hal itu akan memunculkan sinyal peringatan yang serius."

Meningkatnya ketegangan geopolitik juga membatasi minat investor terhadap aset berisiko, seiring Amerika Serikat meningkatkan serangan terhadap Iran. Harga minyak memang turun, tetapi masih berada di level yang lebih tinggi dibandingkan pekan lalu, sehingga memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi di masa depan yang dapat mendorong Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Imbal hasil obligasi juga naik tipis.

Chip Stocks Slide on AI Spending Concern. (Sumber: Bloomberg)

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kota Kansas, Jeff Schmid, mengatakan inflasi menjadi kekhawatiran utamanya mengingat risiko percepatan kenaikan harga dalam beberapa bulan ke depan. Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, menyerukan suku bunga yang lebih tinggi karena inflasi dinilai belum menunjukkan arah yang berkelanjutan menuju target bank sentral.

Pelaku pasar juga mencermati sejumlah laporan ekonomi penting. Klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat turun pada pekan lalu, sementara penjualan ritel naik tipis pada Juni. Kenaikan tersebut tertahan oleh penurunan penerimaan di SPBU yang menutupi kuatnya pertumbuhan penjualan di sejumlah sektor ritel lainnya.

"Terlepas dari berbagai tantangan, konsumen masih terus berbelanja dan pasar tenaga kerja belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan," kata Ellen Zentner dari Morgan Stanley Wealth Management. 

"Data seperti ini tidak akan mengubah arah kebijakan The Fed, tetapi menegaskan ketahanan ekonomi AS yang masih berlanjut."

Menurut Bret Kenwell dari eToro, belanja konsumen merupakan mesin utama perekonomian, sehingga investor ingin melihat rumah tangga tetap membuka dompet mereka. Laporan penjualan ritel Juni memang tidak terlalu kuat, tetapi juga belum menjadi sinyal peringatan, terutama setelah data Mei direvisi lebih tinggi.

"Laporan kinerja keuangan perusahaan akan membantu memisahkan sinyal nyata dari kebisingan pasar, sekaligus menunjukkan apakah konsumen masih tangguh atau justru mulai mengurangi belanja mereka," ujar Kenwell.

Berikut pergerakan utama di pasar keuangan:

Saham

  • Indeks S&P 500 turun 0,5% hingga pukul 16.00 waktu New York.
  • Nasdaq 100 melemah 1,6%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,2%.
  • MSCI World Index terkoreksi 0,5%.

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2%.
  • Euro melemah 0,2% menjadi US$1,1441.
  • Pound sterling turun 0,5% menjadi US$1,3475.
  • Yen Jepang melemah 0,1% menjadi 162,39 per dolar AS.

Kripto

  • Bitcoin turun 1,1% menjadi US$64.200,35.
  • Ether merosot 2,6% menjadi US$1.873,44.

Obligasi

  • Imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun naik 1 basis poin menjadi 4,56%.
  • Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun naik 1 basis poin menjadi 3,13%.
  • Yield obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,97%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,7% menjadi US$79,06 per barel.
  • Harga emas spot melemah 2,1% menjadi US$3.976,31 per troy ounce.

(bbn)

No more pages