Banyak orang menganggap seluruh perhiasan emas memiliki kualitas yang sama. Padahal, setiap produk dibuat dengan komposisi logam yang berbeda sesuai kebutuhan.
Emas murni memiliki karakter sangat lunak sehingga kurang cocok digunakan sebagai perhiasan sehari hari. Karena itu, produsen biasanya mencampurkan logam lain seperti perak, tembaga, atau nikel agar perhiasan menjadi lebih kuat.
Campuran tersebut membuat kadar emas pada setiap produk menjadi berbeda. Inilah alasan mengapa terdapat istilah emas 24 karat, 22 karat, 18 karat, hingga kadar lain yang umum dijumpai di pasaran.
Mengetahui kadar emas juga membantu pemilik memperkirakan harga jual kembali. Semakin tinggi kandungan emas murni di dalamnya, biasanya semakin tinggi pula nilai yang diperoleh saat dijual.
Selain itu, pemeriksaan kadar dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan ketika membeli emas bekas atau perhiasan tanpa sertifikat.
Cara Cek Kadar Emas Tanpa Merusak Perhiasan
Ada beberapa metode sederhana yang dapat dilakukan untuk mengenali kadar maupun keaslian emas tanpa menyebabkan kerusakan pada perhiasan.
1. Periksa Cap atau Hallmark
Langkah pertama adalah melihat cap yang terdapat pada bagian tersembunyi perhiasan.
Biasanya produsen mencantumkan kode tertentu yang menunjukkan kadar emas, seperti:
-
999 atau 24K untuk emas murni.
-
916 untuk emas 22 karat.
-
750 untuk emas 18 karat.
-
585 untuk emas 14 karat.
-
375 untuk emas 9 karat.
Meski demikian, cap bukan satu satunya penentu keaslian karena masih memungkinkan dipalsukan. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan apabila terdapat keraguan.
2. Amati Warna dan Kilau
Perhiasan emas asli umumnya memiliki warna yang merata dengan kilau alami.
Jika permukaannya terlihat memudar, muncul bercak kehitaman, atau warnanya tidak konsisten, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa kandungan emasnya rendah atau hanya berupa lapisan emas pada logam lain.
Pemeriksaan visual memang tidak memberikan hasil pasti, tetapi cukup membantu sebagai tahap awal.
3. Gunakan Magnet
Metode ini menjadi salah satu cara paling mudah dilakukan di rumah.
Emas termasuk logam yang tidak memiliki sifat magnetis. Karena itu, emas asli umumnya tidak akan tertarik oleh magnet yang kuat.
Apabila perhiasan langsung menempel pada magnet, kemungkinan terdapat kandungan logam lain dalam jumlah besar atau bahkan bukan emas asli. Namun, hasil ini tidak selalu menjadi bukti mutlak karena beberapa logam campuran juga tidak bersifat magnetis.
4. Perhatikan Berat Perhiasan
Emas memiliki massa jenis yang cukup tinggi dibandingkan sebagian besar logam lain.
Perhiasan dengan ukuran yang sama biasanya terasa lebih berat apabila memiliki kandungan emas lebih tinggi.
Meski cara ini memerlukan pengalaman, perbedaan berat sering menjadi salah satu indikator yang digunakan oleh pedagang emas berpengalaman ketika melakukan pemeriksaan awal.
5. Cek di Toko Emas
Cara paling aman adalah membawa perhiasan ke toko emas terpercaya.
Sebagian besar toko emas memiliki alat khusus untuk mengukur kadar emas tanpa merusak bentuk maupun permukaan perhiasan.
Teknologi modern memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara cepat sehingga hasilnya lebih akurat dibandingkan metode sederhana di rumah.
Mengenal Tingkatan Kadar Emas
Setiap kadar emas menunjukkan persentase kandungan emas murni di dalam suatu perhiasan.
Berikut beberapa kadar yang umum ditemukan:
-
24 karat atau 999 memiliki kandungan emas sekitar 99,9 persen.
-
22 karat atau 916 mengandung sekitar 91,6 persen emas.
-
18 karat atau 750 mengandung sekitar 75 persen emas.
-
14 karat atau 585 memiliki kandungan sekitar 58,5 persen emas.
-
9 karat atau 375 mengandung sekitar 37,5 persen emas.
Semakin tinggi kadar emas, warna logam biasanya tampak lebih pekat dan nilai jualnya lebih tinggi.
Sebaliknya, kadar yang lebih rendah memiliki campuran logam lebih banyak sehingga cenderung lebih kuat untuk penggunaan sehari hari.
Hindari Cara yang Berisiko Merusak Perhiasan
Di internet beredar berbagai metode tradisional untuk menguji emas, seperti menggigit, menggoreskan ke benda kasar, hingga menggunakan cairan kimia.
Cara tersebut sebaiknya tidak dilakukan apabila ingin menjaga kondisi perhiasan tetap baik.
Penggunaan bahan kimia tertentu maupun gesekan berlebihan dapat meninggalkan bekas permanen pada permukaan emas.
Karena itu, apabila ingin mengetahui kadar emas secara akurat tanpa merusak bentuknya, pemeriksaan menggunakan alat profesional tetap menjadi pilihan terbaik.
Tips Membeli Emas Agar Tidak Tertipu
Selain mengetahui cara mengecek kadar emas, masyarakat juga perlu memperhatikan beberapa hal sebelum membeli.
Beberapa tips yang dapat diterapkan antara lain:
-
Pilih toko emas yang memiliki reputasi baik.
-
Periksa cap kadar emas pada perhiasan.
-
Pastikan memperoleh nota atau sertifikat pembelian.
-
Bandingkan harga dengan harga pasar.
-
Hindari tergiur harga yang terlalu murah.
-
Mintalah pemeriksaan kadar apabila masih ragu terhadap keaslian produk.
Langkah tersebut dapat membantu meminimalkan risiko memperoleh emas palsu maupun perhiasan dengan kadar yang tidak sesuai.
Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Kadar Emas?
Pengecekan kadar emas tidak hanya diperlukan saat akan membeli.
Pemeriksaan juga disarankan ketika menerima emas warisan, membeli emas bekas, hendak menjual kembali perhiasan, atau ketika sertifikat asli sudah tidak tersedia.
Dengan mengetahui kadar emas secara pasti, pemilik dapat memperkirakan nilai jual secara lebih akurat sekaligus menghindari kerugian saat bertransaksi.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia, kemampuan mengenali kadar dan keaslian emas menjadi pengetahuan yang semakin penting.
Meski berbagai metode sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah, hasilnya tetap bersifat pemeriksaan awal. Untuk memperoleh kepastian mengenai kandungan emas pada sebuah perhiasan, pemeriksaan menggunakan alat profesional di toko emas atau laboratorium tetap menjadi cara yang paling akurat dan aman tanpa merusak perhiasan.
(seo)

































