Logo Bloomberg Technoz

Emas Masih Sumbang Inflasi Juni 2026 (yoy), Meski Harga Melandai

Mis Fransiska Dewi
01 July 2026 17:10

Emas batangan. dok: Bloomberg
Emas batangan. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kendati mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir, komoditas emas dan perhiasan masih menyumbang inflasi Juni 2026 dalam perhitungan tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), emas perhiasan masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi pada Juni 2026, yakni mengalami inflasi 37,23% (yoy), dan memberi terhadap inflasi keseluruhan sebesar 0,61%.

"Kendati demikian, secara bulanan, komoditas emas mengalami deflasi dengan andil -0,01%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).


Secara umum, BPS melaporkan laju inflasi pada Juni 2026 tercatat 3,34% secara tahunan (yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Angka ini lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Juni 2026 akan mencapai 3,2% (yoy). Angka itu juga lebih tinggi ketimbang realisasi inflasi pada Mei yang sebesar 3,08%.