Logo Bloomberg Technoz

Emas Perhiasan Sumbang Andil Inflasi Terbesar Sepanjang 2025

Sultan Ibnu Affan
05 January 2026 13:00

Calon pembeli melihat emas perhiasan di salah satu toko di Cikini Gold Center, Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon pembeli melihat emas perhiasan di salah satu toko di Cikini Gold Center, Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan komoditas emas perhiasan memberi sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada 2025. Instrumen safe haven ini bahkan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan tingkat inflasi secara tahun kalender (year-to-date/ytd) Januari-Desember 2025 tercatat 2,92%. Angka ini lebih tinggi dari inflasi kumulatif pada Desember 2021 hingga 2024, kecuali 2022.

"Emas perhiasan memberi andil inflasi tahunan terbesar sepanjang 2025," ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2025).


Secara umum, selama Januari-Desember 2025, komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti memiliki frekuensi yang lebih sering sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan.

Berdasarkan data BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat meningkat dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025.