Logo Bloomberg Technoz

Emas Perhiasan Beri Andil Deflasi usai Meroket 30 Bulan Beruntun

Mis Fransiska Dewi
04 May 2026 13:59

Pegawai merapihkan emas perhiasan di Pasar Minggu, Jumat (1/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pegawai merapihkan emas perhiasan di Pasar Minggu, Jumat (1/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan komoditas emas perhiasan mengalami deflasi yang cukup dalam pada April 2026, yakni sebesar 3,76%, dengan andil deflasi 0,09%. Angka deflasi ini lebih dalam dibanding pada Maret 2026 yang sebesar 1,17%.

Sebelumnya, komoditas emas perhiasan mengalami inflasi selama 30 bulan berturut-turut sejak September 2023 sampai Februari 2026. Kemudian, harga internasional emas perhiasan menurun pada Maret dan April 2026.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut meredam inflasi pada April 2026.


"Tingkat deflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga tercatat menjadi deflasi terdalam sejak tahun 2020. Kelompok yang memberi andil deflasi terdalam adalah komoditas emas dan perhiasan," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Inflasi April 0,13%