Sebagai informasi, di tahun 2025, realisasi pendapatan negara dan hibah hanya menyentuh Rp2.765,13 triliun atau 92,01% dari target yang dipatok dalam APBN 2025 sebesar Rp3.005,12 triliun.
Hal ini utamanya disumbang oleh penerimaan perpajakan yang hanya terealisasi Rp2.218,17 triliun atau 89,05% dari target. Purbaya beralasan, upaya optimalisasi pendapatan negara sangat menantang akibat faktor eksternal dan internal.
"Tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, tetapi juga penyesuaian PPN pada barang mewah dan percepatan restitusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha, serta pengalihan pengelolaan dividen ke BP Danantara," jelas Purbaya.
Meskipun demikian, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berhasil melampaui target dengan realisasi Rp541,53 triliun atau 105,43% dari target sebesar Rp513,63 triliun.
Lesunya penerimaan berdampak ke pengeluaran yakni realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp3.435,46 triliun atau 94,87% dari pagu APBN sebesar Rp3.621,31 triliun. Realisasi tersebut mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.586,42 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp849,04 triliun.
(ell)































