Logo Bloomberg Technoz

Belakangan ini, sejumlah kalangan masyarakat melaporkan sulit mendapatkan pasokan BBM bersubsidi Pertalite di SPBU Pertamina wilayah Medan, Sumatra Utara dan Ketapang, Kalimantan Barat.

Seorang warganet bernama Wandy mengungkapkan cukup banyak SPBU Pertamina yang mengalami kekosongan stok Pertalite di wilayah Medan. Dia menyatakan puluhan SPBU di wilayah tersebut sedang tidak tersedia Pertalite.

“Fakta lapangan tidak demikian. Puluhan SPBU terutama kota medan mengalami kekosongan BBM dari hari Jumat [pekan lalu] sampai sekarang,” tulis Wandy di kolom komentar Pertamina Sumbagut, Selasa (14/7/2026).

Tak hanya Wandy, warganet lainnya juga turut melaporkan BBM jenis Pertalite sulit didapatkan di wilayah Sumatra Utara.

“Minyak [Pertalite] langkah [di] Sumut,” tulis warganet bernama Fadel. “Langkah BBM di Sumut, tolong Bang,” tulis Rinaldi dalam kolom komentar yang sama.

Di sisi lain, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah memanggil pengelola SPBU Pertamina di Ketapang dan perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas).

Bupati Kabupaten Ketapang Alexander Wilyo mengaku banyak mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa terjadi kelangkaan Pertalite di wilayahnya.

Lalu, terjadi antrean yang sangat panjang di sejumlah SPBU yang masih tersedia BBM bersubsidi tersebut.

Selain itu, Alexander juga mendapatkan banyak laporan bahwa Pertalite yang dijual eceran secara tidak resmi melonjak jauh di atas harga normal.

“Hari ini saya bersama Wakil Bupati menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda. Saya juga memanggil pihak terkait, Hiswana Migas, serta seluruh pengelola SPBU yang ada di Kabupaten Ketapang," kata Alexander, melalui keterangan tertulis, Senin (13/7/2026)

Dalam perkembangannya, Pertamina Patra Niaga buka suara ihwal laporan BBM bersubsidi jenis Pertalite mengalami kelangkaan di Medan, Sumatra Utara. Perseroan mengakui terdapat kenaikan permintaan 5–10%, sehingga memutuskan meningkatkan kapasitas distribusi.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan layanan penyaluran BBM di wilayah Medan dan sekitarnya kini telah kembali beroperasi normal.

Dia menyatakan meningkatnya konsumsi BBM di wilayah Medan direspons dengan percepatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5%—10% dibandingkan dengan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," kata Kitty melalui siaran pers, Rabu (15/7/2026).

Kitty mengungkapkan perseroan menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 awak mobil tangki (AMT) dari terminal BBM terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam.

Selain itu, dia mengungkapkan operasional terminal BBM Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat.

(azr/wdh)

No more pages