Logo Bloomberg Technoz

Kesenjangan kapasitas SDM digital juga masih lebar. Skor SDM digital di Pulau Jawa tercatat sekitar 2,3 kali lebih tinggi dibandingkan Sumatra dan Kalimantan, serta hampir tiga kali lipat dibandingkan Maluku dan Papua.

Laporan tersebut juga menyebut tantangan utama di Indonesia Timur bukan lagi sekadar ketersediaan tenaga kerja, melainkan penguatan kompetensi digital yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap talenta digital diperkirakan semakin meningkat seiring pesatnya adopsi teknologi di Indonesia. EV-DCI mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 229,4 juta jiwa, disertai peningkatan pemanfaatan internet untuk aktivitas ekonomi.

Penggunaan media sosial sebagai sarana penjualan oleh pelaku usaha juga meningkat 20,7 poin. Pada saat yang sama, sektor jasa keuangan tumbuh 7,9%, mencerminkan semakin luasnya inklusi keuangan digital.

Memasuki era kecerdasan artifisial (AI), kebutuhan terhadap talenta digital dinilai semakin mendesak. Laporan tersebut menyebut Indonesia kini termasuk dalam 10 negara dengan jumlah pengguna AI generatif terbesar di dunia.

Namun, belanja riset dan pengembangan (research and development/R&D) Indonesia masih berada di kisaran 0,3% terhadap produk domestik bruto (PDB), jauh di bawah negara-negara yang memimpin pengembangan AI.

Padahal, AI diperkirakan berpotensi meningkatkan PDB Indonesia hingga 12% atau sekitar US$366 miliar apabila didukung oleh SDM yang mampu mengembangkan dan memanfaatkan teknologi tersebut.

CEO MySkill Angga Fauzan mengatakan tantangan pengembangan talenta digital tidak hanya terletak pada penguasaan teknologi, tetapi juga pemerataan akses informasi mengenai perkembangan teknologi terbaru.

“Salah satu tantangannya adalah belum meratanya penyebaran informasi tentang teknologi terbaru. Selain itu, menerjemahkan teknologi yang terus berubah menjadi informasi yang mudah dipahami dan praktikal bagi masyarakat juga masih menjadi tantangan besar,” ujar Angga dalam keterangannya.

Menurut dia, kesenjangan keterampilan antara lulusan pendidikan formal dan kebutuhan industri juga dipengaruhi lambatnya adaptasi kurikulum terhadap perkembangan dunia kerja.

Dia menilai program bootcamp maupun platform teknologi pendidikan (edutech) dapat menjadi pelengkap pendidikan formal dengan menghadirkan materi yang lebih cepat mengikuti kebutuhan industri.

Sementara itu, Partner East Ventures Melisa Irene mengatakan Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam membangun fondasi digital. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengembangan talenta berjalan seiring dengan laju inovasi teknologi, termasuk AI.

“Hal ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri untuk mempercepat upskilling dan reskilling, memperkuat kompetensi AI, serta menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” kata Melisa.

(ain)

No more pages