Logo Bloomberg Technoz

Saat Meta, OpenAI & xAI Mengejar Efisiensi

Redaksi
13 July 2026 10:06

Pameran China Unicom Hong Kong Ltd di Shanghai, China dengan tampailan papan bertuliskan artificial intelligence. (Dok: Qilai Shen/Bloomberg)
Pameran China Unicom Hong Kong Ltd di Shanghai, China dengan tampailan papan bertuliskan artificial intelligence. (Dok: Qilai Shen/Bloomberg)

Bloomberg, Tiga pengembang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terkemuka meluncurkan model baru selama seminggu terakhir. Ketiganya menjanjikan kemajuan yang lebih besar, namun nilai jual utama mereka saat ini mungkin bukan terletak pada apa yang dapat teknologi ini lakukan. Kini lebih kepada seberapa murah biaya yang dikenakan untuk melakukannya.

OpenAI menyatakan bahwa produk tercanggihnya, GPT-5.6, dirancang untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan menggunakan token yang jauh lebih sedikit—token adalah satuan data yang diproses oleh model AI. Hal ini akan membuat perangkat lunak tersebut jauh lebih hemat biaya bagi pelanggan. 

Grok 4.5, dari SpaceXAI milik Elon Musk, diklaim memiliki efisiensi token dua kali lipat dibandingkan model sejenis dari perusahaan lain. Meta Platforms Inc. membuat harga untuk Muse Spark 1.1-nya sangat “menarik,” kata Chief Executive Officer Mark Zuckerberg kepada Bloomberg.


Penegasan terbaru pada biaya ini bertepatan dengan para pelanggan bisnis yang mulai meneliti pengeluaran AI mereka secara cermat. Awal tahun ini, perusahaan-perusahaan mendorong karyawan untuk saling berlomba menggunakan AI sebanyak mungkin, sebuah praktik yang dikenal sebagai “tokenmaxxing.”

Namun dalam beberapa bulan terakhir, beberapa perusahaan telah memberlakukan batasan yang lebih ketat setelah terkejut dengan lonjakan biaya, sebagian karena pengembang seperti Anthropic PBC beralih ke sistem penetapan harga berbasis penggunaan, bukan sekadar mengenakan biaya langganan tetap.