Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan harga saham VISI terkonfirmasi dalam tren bearish dalam jangka menengah (mid-term) dengan membentuk lower low lower high dari posisi tertingginya di time frame harian. Adapun level support penting dan krusial saat ini ada di harga Rp850–Rp840 per saham.
Apabila menembus support tersebut, maka pelemahan harga saham VISI berpotensi menuju level sMA–100 yang mencapai Rp780 per saham, dengan cermati titik cut loss Rp720 per saham. Lebih dalam lagi ada potensi menembus Rp490 per saham.
Perhatian pasar saat ini tertuju terhadap posisi resistance potensialnya di Rp920 per saham, tepat di sMA–50. Penembusan titik ini berpotensi memicu saham VISI lanjut menguat hingga Rp1.000–Rp1.200 per saham, sebelum nantinya breakout membentuk ATH baru.
Menjadi sebab koreksi saham VISI yang begitu masif, investor rasanya melangsungkan strategi trading sell on news, atau jual saat muncul berita. Ini merupakan strategi di mana investor menjual portofolio sahamnya setelah pengumuman resmi dirilis ke publik.
Hal ini seringkali menyusul pepatah di pasar yang menyematkan buy the rumor, sell the news. Artinya, investor membeli saham saat rumor mencuat berdasarkan spekulasi, dan jual saham saat rumor tersebut terbukti benar.
Sentimen lainnya ialah keragu–raguan pasar terhadap kinerja emiten VISI yang masih melanjutkan tren penurunan profitabilitas. Ini tercermin dari laporan keuangan kuartal I-2026.
Pendapatan perseroan menurun lebih dari 3% year–on–year/yoy menjadi Rp72,74 miliar, dibanding dengan performa tahun lalu yang mencapai Rp75,37 miliar.
Alhasil rugi bersih bertambah dalam menjadi Rp3,31 miliar pada kuartal I-2026. Padahal pada kuartal I tahun lalu, rugi bersih VISI hanya Rp201 juta.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, penurunan kinerja bermula terjadi pada area top line. Pendapatan dari lini bisnis utama produk banner, display, hingga tinta kompak mengalami pelemahan di sepanjang tiga bulan pertama 2026. Retur penjualan justru meningkat mencapai Rp423,44 juta.
Berikutnya, VISI juga mencatatkan kenaikan beban yang luar biasa besar terutama di pos beban umum dan administrasi sebesar 74% menjadi Rp5,64 miliar. Juga menjadi perhatian investor, rugi selisih kurs membebani keuangan VISI mencapai Rp2,45 miliar.
(fad/aji)
































