Logo Bloomberg Technoz

Sementara, dari zona hijau won Korea Selatan memimpin penguatan 0,18%, disusul dolar Singapura, yuan offshore, rupiah, dan yen Jepang, serta yuan China yang melemah terbatas. 

Penguatan rupiah yang terjadi secara terbatas setelah volatilitas pada sesi perdagangan pagi tadi menunjukkan sikap pasar yang masih wait and see dan menanti keputusan suku bunga acuan BI pekan depan. 

Di tengah sederet indikator ekonomi yang menunjukkan adanya perlambatan, penguatan rupiah pada awal pekan ini sedikit tertahan. Kabar baik yang datang dari penyematan investment grade (layak investasi) oleh lembaga pemeringkat global S&P Ratings memberi penopang sementara buat aset rupiah. 

Meski begitu, di pasar obligasi respons pasar masih dingin. Hal ini terlihat pada yield sebagian besar tenor yang terangkat naik.

Yield tenor 2 tahun yang sensitif terhadap arah suku bunga acuan masih bertahan tinggi dan mencatat kenaikan 3,2 basis poin (bps) menjadi 7,27%. Tenor likuid 5 tahun juga mencatat kenaikan yield 5,2 bps menjadi 7,23%. Begitu juga tenor acuan 10 tahun naik 2,7 bps menjadi 7,26%. 

Namun, setidaknya tenor 1 tahun telah mengalami penurunan yield 5,3 bps menjadi 7,21% dan mengubah posisi kurva menjadi lebih mendatar dengan tenor panjang lainnya, alih-alih mengalami inversi seperti pekan lalu. 

(dsp/aji)

No more pages