Logo Bloomberg Technoz

Wong juga menyebutkan bahwa kemitraan bilateral ini diharapkan dapat memberikan dampak domino yang positif bagi ketahanan energi di Asia Tenggara.

Dia optimistis bahwa proyek ini akan menguntungkan kedua belah pihak sekaligus menjadi fondasi awal bagi integrasi jaringan listrik regional.

"Kami percaya bahwa proyek semacam ini saling menguntungkan (win-win) bagi kedua negara. Proyek ini juga akan menjadi blok bangunan penting bagi jaringan listrik ASEAN (ASEAN Power Grid) yang lebih luas, yang akan memperkuat keamanan energi di seluruh kawasan kita," tambahnya.

Dalam skema kerja sama ini, tiga perusahaan asal Singapura tersebut akan bertindak sebagai offtaker atau pembeli utama listrik hijau.

Listrik tersebut akan diproduksi dari berbagai wilayah potensial di Indonesia, seperti di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Berikut adalah profil singkat tiga perusahaan pembeli listrik Indonesia asal Singapura yang terlibat dalam megaproyek tersebut:

1. Keppel Electric

Keppel Electric merupakan salah satu penyedia ritel listrik terkemuka dan tertua di Singapura, yang berada di bawah naungan Keppel Ltd, sebuah perusahaan multinasional publik yang terdaftar di Bursa Efek Singapura (SGX).

Keppel Electric memasok listrik ke seluruh wilayah Singapura melalui National Electricity Grid dalam skema Open Electricity Market (OEM).

Sejak OEM diluncurkan pada 2018, perusahaan ini telah menguasai lebih dari 20% pangsa pasar pelanggan rumah tangga dengan melayani lebih dari 120.000 rumah.

Dikutip dari website resminya Selasa (7/7/2026), Keppel memiliki komitmen dekarbonisasi, yang ditandai dengan diluncurkannya produk ritel listrik hijau bernama ecoGreen untuk memenuhi kebutuhan energi berkelanjutan konsumen.

Secara grup, Keppel juga mengoperasikan Keppel Merlimau Cogen, sebuah pembangkit listrik berbahan bakar gas berkapasitas 1.300 megawatt (MW) di Jurong Island yang telah mengalirkan listrik nasional sejak 2007, di samping portofolio mereka di lini gas alam (Keppel Gas) dan infrastruktur energi bersih (Keppel Energy Nexus).

2. Sembcorp Industries

Sembcorp Industries (melalui lini bisnisnya Sembcorp Utilities) tercatat sebagai raksasa energi dan solusi perkotaan terintegrasi yang dimiliki oleh Temasek Holdings, perusahaan investasi milik Pemerintah Singapura.

Sembcorp mengelola portofolio energi global dengan total kapasitas mencapai 35,2 GW. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21,9 GW merupakan kapasitas energi terbarukan (seperti energi angin, surya, dan hidro) yang tersebar di 12 negara. 

Portofolio ini juga mencakup aset berbasis gas dan layanan terkait yang berfungsi menjaga keamanan energi nasional, ketahanan jaringan listrik, serta menyediakan arus kas yang stabil guna mendanai inisiatif transisi energi hijau.

Di bidang pembangunan perkotaan (integrated urban solutions), Sembcorp memiliki proyek pengembangan yang mencakup area seluas lebih dari 17.600 hektar di seluruh Asia.

Melalui proyek-proyek kawasan industri dan perkotaan terintegrasi ini, perusahaan berhasil menarik modal investasi senilai US$64 miliar, menciptakan lebih dari 466.000 peluang kerja bagi masyarakat setempat, sekaligus mengintegrasikan pengelolaan air bersih serta manajemen limbah menjadi sumber daya (waste-to-resource).

Dalam menjalankan bisnisnya, Sembcorp menargetkan pengembangan Solusi Dekarbonisasi (decarbonisation solutions).

Fokus ini diwujudkan melalui investasi pada teknologi masa depan, penyediaan alternatif rendah karbon, serta infrastruktur pengelolaan karbon untuk membantu mitra bisnis dan komunitas mempercepat perjalanan transisi menuju ekonomi rendah emisi.

3. Singapore Energy Interconnections

Singapore Energy Interconnections Pte Ltd (SGEI) merupakan perusahaan yang didirikan pada April 2025 dan memiliki spesialisasi komersial dan teknis yang berfokus pada infrastruktur transmisi dan interkoneksi jaringan listrik lintas negara.

Fokus utama organisasi ini berpusat pada pembangunan infrastruktur energi regional yang kokoh guna meningkatkan ketahanan energi melalui interkoneksi grid. 

SGEI berkomitmen mendukung penuh transisi kawasan ASEAN menuju energi berkelanjutan, mengintegrasikan sumber energi bersih ke berbagai wilayah, serta mengembangkan solusi perdagangan listrik yang inovatif.

Sejak pendiriannya, SGEI telah aktif menjalin berbagai kemitraan strategis internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan meliputi kerja sama riset kelayakan interkoneksi kedua antara Singapura dan Malaysia bersama SP Group dan TNB, kolaborasi impor listrik dengan Indonesia melalui Singa Renewables untuk proyek interkonektor bawah laut, serta pertukaran pengetahuan dan peluang investasi dengan TAQA Transmission.

Sebagai informasi, kerja sama Indonesia-Singapura ini diproyeksikan tidak hanya mendukung target dekarbonisasi emisi nol bersih (net-zero emissions) pada 2060, tetapi juga menjadi katalisator bagi hilirisasi industri hijau di Indonesia serta memperkuat integrasi jaringan listrik di ASEAN.

Saat ini, Kementerian ESDM terus mematangkan pembahasan komersial mengenai regulasi tarif guna memastikan skema kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

(smr/wdh)

No more pages