Logo Bloomberg Technoz

“Temuan ini menunjukkan semakin pentingnya pekerjaan-pekerjaan di pasar tenaga kerja di mana AI generatif mungkin akan semakin mengubah bentuk tugas dan proses kerja,” kata ILO. 

Walau AI generatif dapat meningkatkan produktivitas untuk tugas-tugas individu, peningkatan ini belum tercermin dalam perubahan produktivitas dan lapangan kerja yang dapat diukur. 

Temuan ini bertolak belakang dengan pemangkasan tenaga kerja terkait AI yang diumumkan oleh sejumlah perusahaan, termasuk Shopee (bawah naungan Sea Ltd.) dan Meta Platforms Inc. Meskipun beberapa perusahaan memangkas posisi atau merestrukturisasi tenaga kerja mereka seiring adopsi AI, lapangan kerja di bidang-bidang yang paling terpapar AI justru terus berkembang di seluruh Asia Tenggara, demikian temuan ILO.

Singapura untuk diketahui, memiliki porsi pekerja tertinggi di bidang pekerjaan yang terpapar AI, yaitu sebesar 42,2% dari total lapangan kerja. Negara ini diikuti oleh Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Singapura juga menempati peringkat tertinggi dalam kesiapan menghadapi AI, didukung oleh infrastruktur digital yang canggih, ketersediaan tenaga kerja yang mumpuni, serta pendekatan terkoordinasi di seluruh jajaran pemerintah, demikian temuan ILO.

Organisasi tersebut mendesak pemerintah untuk memperkuat tata kelola AI dan mengintegrasikan kebijakan AI dengan lebih baik melalui pendekatan yang berpusat pada manusia, serta menyebut upaya tersebut sangat penting untuk membantu pekerja dan perusahaan beradaptasi.

“Pada akhirnya, hasil pasar tenaga kerja di masa depan akan lebih bergantung pada pilihan kebijakan untuk membangun kesiapan dan ketahanan pekerja, perusahaan, serta lembaga dalam beradaptasi dan menavigasi transisi AI, daripada sekadar tingkat paparan AI itu sendiri,” kata ILO.

(bbn)

No more pages