Logo Bloomberg Technoz

Google: RUU Hak Cipta Berpotensi Hambat Pengembangan AI

Dinda Decembria
30 June 2026 11:10

Google. dok: Bloomberg
Google. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Google menilai rancangan perubahan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta berpotensi menghambat inovasi teknologi, mempersempit akses informasi, hingga melemahkan daya saing Indonesia dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

"Menemukan keseimbangan yang tepat antara ekosistem internet dan AI yang terbuka serta inovatif, dengan hak pemegang hak cipta memang rumit, tetapi sepenuhnya memungkinkan. Namun, mandat yang kaku dan terlalu luas justru akan merugikan kreator lokal, memperlambat inovasi, dan melemahkan daya saing Indonesia," tulis Google dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (29/6).

Akses Informasi Terancam


Google menilai usulan revisi UU Hak Cipta dapat membatasi platform dalam menampilkan tautan maupun cuplikan berita. Akibatnya, akses masyarakat terhadap informasi dinilai berpotensi terganggu.

Perusahaan juga menyebut aturan tersebut dapat menghambat penerbit dalam mendistribusikan konten secara digital dan mengganggu kerja sama komersial yang selama ini telah berjalan, termasuk dengan lebih dari 30 penerbit melalui program Berita Pilihan (News Showcase).