Logo Bloomberg Technoz

Langkah Kejaksaan Usai Penggeledahan Polisi di Kasus PLN-Asabri

Dovana Hasiana
10 July 2026 13:10

Jampidsus, Febrie Adriansyah memberikan keterangan pers di Kejagung, Jumat (10/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Jampidsus, Febrie Adriansyah memberikan keterangan pers di Kejagung, Jumat (10/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejaksaan Agung kembali buka suara mengenai kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia di sejumlah titik berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait pemadaman listrik (blackout) PT PLN; Asabri; dan anak usaha Krakatau Steel.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengatakan Kejaksaan Agung perlu melakukan penjelasan kepada masyarakat terkait pemberitaan dan informasi yang beredar yang menyeret institusi gedung bundar tersebut maupun pejabatnya agar opini masyarakat tidak salah.

Pertama, Kejaksaan Agung memastikan bahwa seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan tetap berjalan. Saat ini, Kejaksaan Agung sedang fokus menyelesaikan penanganan perkara mulai dari penyelamatan sumber daya alam terkait tata kelola pertambangan, perkara tranfer pricing dan tata kelola makan bergizi gratis (MBG).

Jampidsus, Febrie Adriansyah memberikan keterangan pers di Kejagung, Jumat (10/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Upaya ini disebut merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan Agung dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

“Bahkan saya monitor tetap sesuai Standar Operatioan Prosedur (SOP), berjalan dengan cepat dan tentunya kami terus menjaga kualitas tugas-tugas Gedung Bundar (Kejaksaan Agung) yang dilaksanakan, terutama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang diukur harus bisa diuji kebenarannya secara materiil dan formil. Yang akhirnya akan dibuka ke masyarakat melalui persidangan di pengadilan negeri.” ungkap Febrie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/7/2026).